Minggu, 07 November 2010
PERKULIAHAN DILIBURKAN TANGGAL 8 S.D. 19 NOPEMBER 2010
PENGUMUMAN DIUMUMKAN KEPADA SELURUH MAHASISWA UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA BAHWA BERDASARKAN SK REKTOR NOMOR 217 TAHUN 2010 TANGGAL 7 NOPEMBER 2010 : 1. KEGIATAN TERKAIT PERKULIAHAN SEMESTER GASAL TA. 2010/2011 DARI TANGGAL 8 S.D. 19 NOPEMBER 2010 DITUNDA. 2. UJIAN TENGAH SEMESTER (UTS) AKAN DIUMUMKAN KEMUDIAN. 3. MAHASISWA UIN SUNAN KALIJAGA DIANJURKAN UNTUK MELAKUKAN KEGIATAN KEMANUSIAAN TERKAIT PEDULI MERAPI. Yogyakarta, 7 Nopember 2010
Minggu, 14 Maret 2010
Kamis, 18 Februari 2010
saince
Perbedaan Hisab Hari Maulid Nabi 1431H
11/02/2010
Perbedaan-perbedaan hitungan hisab itu terjadi karena sistem dan kriteria penetapan awal bulan yang digunakan masing-masing metode tidak sama. Ada dua macam kriteria yang digunakan oleh metode-metode dalam menetapkan awal bulan, yaitu kriteria wujudul hilal dan kriteria imkanurrukyah.
Hisab NU memiliki ciri khas yaitu metode hisab penyerasian secara jama’i dengan pendekatan rukyah atau dengan menggunakan kriteria imkanurrukyah. Indikator secara empirik kriteria imkanurrukyah minimal tinggi hilal (TH) 2 derajat, umur bulan (UB) 8 jam, letak antara matahari dan bulan (BA) 3 derajat dan di-tashih dengan rukyah di lapangan. Metode hisab penyerasian ini berkualitas tahqiqi, tadqiqi atau ‘ashri.
Atas dasar metode, sistem dan kriteria tersebut maka hisab awal bulan Robiul awwal tahun 1431 H jatuh pada hari Selasa, 16 Februari 2010 dan 12 Robiul awwal 1431 H (Maulid Nabi Muhammad SAW) jatuh pada hari Sabtu, 27 Februari 2010 sebagaimana dimuat dalam almanak NU tahun 2010. NU tidak menetapkan awal bulan Robiul awwal pada hari Senin, 15 Februari 2010 karena pada hari ahad (malam senin) ketika matahari terbenam hilal baru 0047’18”, berarti belum memenuhi kriteria imkanurrukyah.
Berbeda dengan almanak-almanak lain yang menggunakan kriteria wujudul hilal sehingga awal bulan Robiul awwal 1431 H jatuh pada hari senin, 15 Februari 2010 dan tanggal 12 Robiul awal 1431 H jatuh pada hari Jum’at, 26 Februari 2010.
Perbedaan almanak NU dengan almanak lain pernah terjadi di masa lalu. Ketika Departemen Agama era Aqil Munawwar menetapkan hari rukyah untuk awal bulan Dzulhijjah tahun 2003 maka NU menetapkan bahwa hari rukyah jatuh pada hari berikutnya. Ketika era Menteri Agama Maftuh Basuni menetapkan hari rukyah untuk awal Syawwal tahun 2007, NU menetapkan bahwa hari rukyah jatuh pada hari berikutnya dan ketika menetapkan hari rukyah untuk awal bulan Romadhon tahun 2009, NU menetapkan bahwa hari rukyah jatuh pada hari berikutnya. Tetapi perbedaan-perbedaan itu dapat teratasi dengan rukyah-rukyah yang diselenggarakan oleh NU berhasil melihat hilal. Sekiranya untuk penetapan hari Maulid Nabi Muhammad SAW diselenggarakan rukyah oleh negara, maka insyaallah yang benar adalah almanak NU yang menetapkan hari Maulid Nabi Muhammad SAW jatuh pada hari Sabtu, 27 Februari 2010.
Jelaslah bahwa perbedaan hari Maulid Nabi Muhammad SAW yakni 12 Robiul awwal 1431 H (2010) ini karena adanya perbedaan kriteria.
Perbedaan hitungan hisab yang demikian ini menunjukkan bahwa hisab tidak dapat dijadikan dasar penyatuan penetapan awal bulan Qomariyyah.
Ketua Lajnah Falakiyah PBNU
Hubungan Egaliter Antarbangsa
11/06/2009
Westernisasi dan terutamna Eropanisai terjadi di mana-mana dengan misi civilisasi, pemberadaaban. Jadi penjajahan itu memperoleh jubah yang sangat mulia dengan selubung pemberadaban. Sebab bangsa, selain Eropa, semaju apapun dianggap tidak beradab ketika menolak budaya Eropa yang menjajah. Berbagai kerajaan, pusat kebudayaan dan sumber sejarah dihancurkan. Semuanya diganti dengan selera dan kultur Eropa yang dianggap beradab. Eropanisasi kemudian modernisasi merupakan satu paket dalam penjajahan ini.
Sebenarnya apa yang disampaikan Presiden Amerika untuk menjalin hubungan yang lebih bersahabat dengan Dunia Timur itu tidak perlu diserukan kepada dunia timur yang tidak mengenal penjajahan dan tidak mengenal diskriminasi. Justeru Negara Barat yang terus melakukan diskriminasi itu yang harus dijadikan sasaran pidato pimpinan Amerika itu. Ini kunci untuk menjamin perdamaian dunia di masa depan, yang harus dimulai dengan sekarang. Ajakan melakukan perbaikan hubungan baik saling pemahaman itu langkah yang salah. Bukankah dunia Islam dan dunia Timur pada umumnya siapa melakuakn kerjasama, tetapi selalu dimanipulasi dan direprasi, melalui saluran diplopmatik dan saluran mahkamah internasional.
Ketika terjadi penyatuan budaya atau lebih tepat penunggalan budaya, maka ekpresi kebudayaan lain selain mainstream dianggap sebagai kebudayaan liar, primitive, subversive. Dari situ kemudian distigma sebagai teroris. Bila sudah demikian maka yang dibangun adalah benturan budaya. Benturan yang semula bersifat politis ini menjadi benturan sosial, sehingga pengaruhnya menjadi sangat luas antarmasyarakat, bukan lagi antarelite pemimpin.
Ini yang terjadi sekarang ini. Islam telah didiskriminasi dan dicitrakan sedemikian rupa sehingga dianggap sebagai penggerak kekerasan. Lalu kalangan Islam yang risau dengan segala tenaga menampik tuduhan itu. Bahkan, penampikan tuduhan itu dengan melakukan tindakan berlebihan agar Islam dianggap sesuai dengan selera budaya mereka, Di mata Muslim yang risau terhadap citra dirinya itu, Islam menjadi sesuatu yang naïf oportunis, karena kehilangan identitas, kehilangan prinsip dan kehilangan harga diri. Prinsip telah digadaikana dengan citra dan selera mereka.
Problem sosial budaya seperti itu yang masih dihadapi dunia modern dewasa ini untuk melakukan kerjasama dan hubungan antarbangsa yang saling menghormati dan menguntungkan, non-diskriminasi dan non-kolonisasi. Ini baru bisa dianggap langkah baru. Bukan sekadar himbauan setiap musim kebijakan lalu ganti. Berbagai perang terjadi di dunia Timur karena adalah imbas dari perang yang ada di dunia Barat sana, yang tidak lain merupakan perang dagang lalu disulut dengan api agama, api etnis, sehingga mudah didiskriminasi sebagai bangsa yang primitif dan brutal.
Pembuatan stereotype terhadap bangsa Timur dengan melakukan provokasi politik semacam itu terus terjadi di Asia dan Afrika. Hampir setiap konflik masih berpola kerusuhan seperti itu. Kalau hal ini yang masih terus terjadi, maka ajakan untuk menata hubungan dunia yang baru itu bersifat manipulatif, tidak berangkat dari ketulusan hati yang berangkat dari kesetaraan budaya. Kalau soal hubungan antarmanusia dan budaya itu sudah ditata secara lebih egaliter, maka hubungan antarbangsa yang bersifat politik baru bisa diwujudkan secara hakiki. (Abdul Mun’im DZ)
Sabtu, 16 Januari 2010
Riwayat Hidup Imam Ahmad bin Hambal
12 Januari 2010 in Biografi Ulama, Kisah Para Imam | by kisahkayahikmah
Nama lengkapnya adalah Ahmad bin Muhammad bin Hanbal bin Hilal Asy Syaibani. Beliau lahir di kota Baghdad pada bulan rabi’ul Awwal tahun 164 H (780 M), pada masa Khalifah Muhammad al Mahdi dari Bani abbasiyyah ke III. Nasab beliau yaitu Ahmad bin Muhammad bin Hanbal bin Hilal bin Asas bin Idris bin Abdullah bin Hajyan bin Abdullah bin Anas bin Auf bin Qasith bin Mazin bin Syaiban bin Dzahal Tsa’labah bin akabah bin Sha’ab bin Ali bin bakar bin Muhammad bin Wail bin Qasith bin Afshy bin Damy bin Jadlah bin Asad bin Rabi’ah bin Nizar bin Ma’ad bin Adnan. Jadi beliau serumpun dengan Nabi karena yang menurunkan Nabi adalah Muzhar bin Nizar.Menurut sejarah beliau lebih dikenal dengan Ibnu Hanbal (nisbah bagi kakeknya).
Dan setelah mempunyai beberapa orang putra yang diantaranya bernama Abdullah, beliau lebih sering dipanggil Abu Abdullah. Akan tetapi, berkenaan dengan madzabnya, maka kaum muslimin lebih menyebutnya sebagai madzab Hanbali dan sama sekali tidak menisbahkannya dengan kunyah tersebut.
Sejak kecil, Imam Ahmad kendati dalam keadaan yatim dan miskin, namun berkat bimbingan ibunya yang shalihah beliau mampu menjadi manusia yang teramat cinta pada ilmu, kebaikan dan kebenaran. Dalam suasana serba kekurangan, tekad beliau dalam menuntut ilmu tidak pernah berkurang. Bahkan sekalipun beliau sudah menjadi imam, pekerjaan menuntut ilmu dan mendatangi guru-guru yang lebih alim tidak pernah berhenti. Melihat hal tersebut, ada orang bertanya, Sampai kapan engkau berhenti dari mencari ilmu, padahal engkau sekarang sudah mencapai kedudukan yang tinggi dan telah pula menjadi imam bagi kaum muslimin ? Maka beliau menjawab, Beserta tinta sampai liang lahat.
Beliau menuntut ilmu dari banyak guru yang terkenal dan ahli di bidangnya. Misalnya dari kalangan ahli hadits adalah Yahya bin Sa’id al Qathan, Abdurrahman bin Mahdi, Yazid bin Harun, sufyan bin Uyainah dan Abu Dawud ath Thayalisi. Dari kalangan ahli fiqh adalah Waki’ bin Jarah, Muhammad bin Idris asy Syafi’i dan Abu Yusuf (sahabat Abu Hanifah ) dll. dalam ilmu hadits, beliau mampu menghafal sejuta hadits bersama sanad dan hal ikhwal perawinya.
Meskipun Imam Ahmad seorang yang kekurangan, namun beliau sangat memelihara kehormatan dirinya. Bahkan dalam keadaan tersebut, beliau senantiasa berusaha menolong dan tangannya selalu di atas. Beliau tidak pernah gusar hatinya untuk mendermakan sesuatu yang dimiliki satu-satunya pada hari itu. Disamping itu, beliau terkenal sebagai seorang yang zuhud dn wara”. Bersih hatinya dari segala macam pengaruh kebendaan serta menyibukkan diri dengan dzikir dan membaca Al Qur’an atau menghabiskn seluruh usianya untuk membersihkan agama dan mengikisnya dari kotoran-kotoran bid’ah dan pikiran-pikiran yang sesat.
Salah satu karya besar beliau adalah Al Musnad yang memuat empat puluh ribu hadits. Disamping beliau mengatakannya sebagai kumpulan hadits-hadits shahih dan layak dijadikan hujjah, karya tersebut juga mendapat pengakuan yang hebat dari para ahli hadits. Selain al Musnad karya beliau yang lain adalah : Tafsir al Qur’an, An Nasikh wa al Mansukh, Al Muqaddam wa Al Muakhar fi al Qur’an, Jawabat al Qur’an, At Tarih, Al Manasik Al Kabir, Al Manasik Ash Shaghir, Tha’atu Rasul, Al ‘Ilal, Al Wara’ dan Ash Shalah.
Ujian dan tantangan yang dihadapi Imam Ahmad adalah hempasan badai filsafat atau paham-paham Mu”tazilah yang sudah merasuk di kalangan penguasa, tepatnya di masa al Makmun dengan idenya atas kemakhlukan al Qur’an. Sekalipun Imam Ahmad sadar akan bahaya yang segera menimpanya, namun beliau tetap gigih mempertahankan pendirian dan mematahkan hujjah kaum Mu’tazilah serta mengingatkan akan bahaya filsafat terhadap kemurnian agama. Beliau berkata tegas pada sultan bahwa al Qur’an bukanlah makhluk, sehingga beliau diseret ke penjara. Beliau berada di penjara selama tiga periode kekhlifahan yaitu al Makmun, al Mu’tashim dan terakhir al Watsiq. Setelah al Watsiq tiada, diganti oleh al Mutawakkil yang arif dan bijaksana dan Imam Ahmad pun dibebaskan.
Imam Ahmad lama mendekam dalam penjara dan dikucilkan dari masyarakat, namun berkat keteguhan dan kesabarannya selain mendapat penghargaan dari sultan juga memperoleh keharuman atas namanya. Ajarannya makin banyak diikuti orang dan madzabnya tersebar di seputar Irak dan Syam. Tidak lama kemudian beliau meninggal karena rasa sakit dan luka yang dibawanya dari penjara semakin parah dan memburuk. Beliau wafat pada 12 Rabi’ul Awwal 241 H (855). Pada hari itu tidak kurang dari 130.000 Muslimin yang hendak menshalatkannya dan 10.000 orang Yahudi dan Nashrani yang masuk Islam. Menurut sejarah belum pernah terjadi jenazah dishalatkan orang sebanyak itu kecuali Ibnu Taimiyah dan Ahmad bin Hanbal. Semoga Allah senantiasa memberikan rahmat atas keduanya. Amin.
Al sofwah.or.id
jujur itu sglanya
Kamis, 14 Januari 2010
Blog Pertamaku
ya begitulah hidup memang adalah rangkaian masalah yang harus dihadapi , yang melingkar tak bersudut terus akan menyambung, cyrcle of live itulah yang menjadi lawan dalam hidup manusia yang di sebut perjuangan , perjuangan menjalani semua yang terjadi ! baik, buruk,senang dan sedih.
Dengan adanya blog ini aku harap bisa berkontribusi sbagai suplemen hidup yang inovatif dan kreatip